Connect with us

Hi, what are you looking for?

Culture

Perhatian Calon Ibu! 10 Tahapan Prosesi 7 Bulanan Adat Jawa Ini Wajib Diketahui

7 Bulanan Adat Jawa

Pernah dengar tentang prosesi Mitoni atau 7 bulanan adat Jawa? Prosesi ini telah dilakukan secara turun-temurun sejak dulu. Prosesi ini dilakukan khusus untuk ibu hamil yang telah mengandung selama 7 bulan. Ini dilakukan untuk mempersiapkan kelahiran serta doa kepada Yang Maha Kuasa agar calon bayi diberikan Kesehatan hingga masa persalinan.

Sejarah Budaya Mitoni dalam Adat Jawa

7 Bulanan Adat Jawa
source: id.theasianparent.com

Mitoni berarti tujuh yang kata awalnya berasal dari kata “pitu”. Pada acara ini, keluarga memang memohon keselamatan calon bayi hingga masa persalinan tiba. Namun, tidak hanya hal itu saja. Keluarga juga berdoa agar bayi yang lahir kelak menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua dan berbudi pekerti luhur.

Ada banyak perlengkapan yang harus dipersiapkan untuk prosesi Mitoni ini. Perlengkapan yang disediakan tidak sembarangan, beberapa perlengkapan harus tepat berjumlah 7 buah. Contohnya seperti kain batik dan kemben. Untuk kemben bahkan disarankan menggunakan 7 warna berbeda yang telah dianjurkan secara turun-menurun.

Selain kemben dan batik, air yang digunakan untuk tahapan siraman juga dulunya diambil dari 7 sumber air yang berbeda-beda. Air  ini diletakkan dalam satu wadah bersama beragam kembang, seperti mawar, melati dan kenanga. Untuk tahapan prosesi Mitoni ini, berikut 10 hal yang harus dilakukan:

1. Sungkeman

Ritual 7 bulanan adat Jawa ini dimulai dengan prosesi sungkeman. Sungkeman dilakukan langsung oleh calon orang tua atau calon ayah dan ibu bagi si bayi. Sungkeman memiliki makna mendalam, yaitu mohon doa restu yang besar untuk calon anak agar diberi keselamatan dan kesejahteraan. Calon ibu dan calon ayah bayi akan melakukan sungkem kepada para eyang dan sesepuh dari dua belah pihak keluarga. Biasanya kepada orang tua dari pihak wanita, orang tua dari pihak laki-laki, dan beberapa sesepuh lain yang berhak. Keseluruhan sesepuh pada prosesi ini biasanya berjumlah 7 orang.

2. Siraman

Pada prosesi siraman, calon ibu akan dimandikan atau disiram dengan air dengan beragam kembang yang telah disiapkan sebelumnya. Calon ibu akan memakai lapisan kain batik dan duduk pada alas duduk yang juga telah disiapkan. Pada zaman dulu, air yang digunakan harus menggunakan air yang berasal dari 7 sumber mata air.

Siraman dilakukan oleh 7 orang sesepuh atau pihak keluarga yang telah disepakati bersama. Biasanya, yang ditunjuk untuk melakukan prosesi siraman ini adalah suami dari calon ibu, orang tua calon ibu, dan ibu dari calon ayah bayi. Orang-orang yang ditunjuk ini diharapkan kelak dapat menjadi pengayom yang baik bagi anak.

3. Ngrogoh Cengkir

Cengkir adalah tunas kelapa, berasal dari Kata kencengen yang berarti pikiran yang kuat. Pada tahap ini calon ayah akan mempersiapkan tunas kelapa untuk digunakan pada tahap berikutnya. Kenapa tahapan ini menggunakan tunas kelapa? Hal ini disebabkan banyak orang mempercayai bahwa pohon kelapa memiliki sejuta manfaat.

Seluruh bagian kelapa rata-rata bisa digunakan untuk banyak hal. Selain isinya, mulai dari akar, batang pohon, daun, hingga tempurung kelapa bisa dimanfaatkan. Itu sebabnya prosesi ini menggunakan tunas kelapa. Tunas kelapa yang digunakan juga kadang-kadang dilukis dengan tokoh pewayangan dengan harapan si anak akan mewarisi sifat-sifat baik tokoh

Advertisement. Scroll to continue reading.

Baca juga: Pantangan Ibu Hamil Adat Jawa

4. Brojolan

Brojolan pada 7 bulanan adat Jawa ini dimaksudkan sebagai simulasi kelahiran calon bayi. Cengkir yang telah disiapkan calon ayah sebelumnya akan digunakan untuk simulasi kelahiran ini. Tunas kelapa akan diluncurkan atau dimasukkan ke balik kain yang digunakan calon ibu. Ritual ini dilakukan dengan membuat permohonan agar si anak yang lahir nanti diberikan anugerah berupa ketampanan untuk bayi laki-laki dan kecantikan untuk bayi perempuan. Ketika kelapa diluncurkan dari balik kain, kelapa akan disambut seperti menyambut seorang bayi.

5. Belah Cengkir

Setelah melakukan prosesi brojolan, cengkir atau tunas kelapa yang digunakan tadi akan dibelah oleh calon ayah. Dulu, hal ini dimaksudkan untuk memprediksi jenis kelamin anak. Jika bayi laki-laki, maka air kelapa yang terbelah akan banyak keluar dari tempurung kelapa. Jika bayi perempuan, air kelapa yang keluar hanya berupa rembesan saja.

6. Mantes

Mantes atau kadang disebut pantes-pantes adalah prosesi 7 bulanan adat Jawa untuk pergantian pakaian calon ibu. Pada prosesi ini, calon ibu akan berganti pakaian sebanyak tujuh kali. Proses ini sangat menarik untuk diikuti. Hal ini karena ketika mengganti baju sebanyak 6 kali, para tamu akan serempak mengatakan bahwa baju yang digunakan tidak cocok. Setelah percobaan ke-7, barulah para tamu akan mengatakan baju yang digunakan cocok. Baju tersebut akan digunakan terus sampai seluruh acara berakhir. Baju atau kain yang digunakan tentunya juga memiliki makna tersembunyi.

7. Angreman

Pada prosesi 7 bulanan adat Jawa angreman, calon ibu akan duduk di atas kain yang telah disiapkan. Kain-kain ini diambil dari kain ke-1 hingga ke-6 pada prosesi manten yang tidak jadi digunakan oleh calon ibu. Angreman ini sendiri berarti mengeram atau duduk pada posisi seperti ayam betina yang sedang mengerami telur.

Prosesi ini tentunya juga memiliki makna tertentu. Makna angreman ini adalah bahwa kelak calon ayah dan calon ibu akan menjadi orang tua yang baik untuk anak. Calon ayah dan ibu akan bertanggung jawab penuh untuk menyayangi dan memenuhi kebutuhan hidup sampai si anak cukup dewasa.

8. Potong Tumpeng

Seperti acara syukuran pada umumnya, acara 7 bulanan adat Jawa juga memiliki acara potong tumpeng. Tidak ada ketentuan khusus untuk tumpeng ini. Pihak keluarga bebas menyajikan tumpeng dan lauk pauk yang ingin disajikan. Biasanya tumpeng berupa nasi kuning dengan hiasan berbagai macam lauk pauk di sekelilingnya.

9. Pembagian Takir

Takir adalah wadah makanan yang biasanya terbuat dari daun pisang.  Biasanya takir dibentuk menyerupai kapal dan dibagikan kepada para tamu. Tentunya takir yang berbentuk kapal ini juga memiliki maksud tertentu. Takir ini semacam lambang bahwa suami istri telah siap menjadi orang tua dan kapten kapal yang baik untuk bahtera keluarga.

10. Jualan Dawet dan Rujak

Prosesi terakhir dalam rangkaian acara 7 bulanan adat Jawa ini adalah dengan berjualan dawet dan rujak. Calon ibu akan berperan sebagai penjual dawet dan rujak pada tahap ini. Dawet dan rujak dijual kepada para tamu dengan perantara tanah liat yang telah disiapkan. Dawet pada tahap ini terbuat dari tepung beras yang disajikan dengan gula merah cair dan santan. Untuk rujak sendiri, berisi 7 macam aneka buah pilihan. Rujak pada acara ini memiliki makna yang mendalam, yaitu si anak kelak dapat berbakti untuk masyarakat dan diterima di lapisan masyarakat mana saja.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Itulah 10 tahapan prosesi 7 bulanan adat Jawa atau kerap disebut dengan nama Mitoni. Bagi orang Jawa, prosesi ini sakral dan dilakukan benar-benar dengan ketulusan hati untuk si anak. Di beberapa daerah lain juga terdapat ritual menyambut usia kandungan yang mencapai 7 bulan, namun dengan cara yang berbeda juga.

Kini, prosesi Mitoni mulai pudar eksistensinya untuk kaum milenial atau ibu-ibu muda yang baru mempunyai anak. Mulai dari proses sungkeman kepada orang tua, siraman, hingga proses akhir jualan dawet dan rujak, memiliki makna tersendiri. Makna dibalik prosesi ini tentunya memiliki arti baik dan sebaiknya jangan dilupakan begitu saja.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Culture

Tari Remo ialah sebuah kesenian warisan budaya dari propinsi Jawa Timur. Tarian tradisonal ini kerap ditampilkan dalam acara penyambutan tamu kehormatan, khususnya di Jombang....

Info

Stroke merupakan gangguan kesehatan yang terjadi karena aliran darah menuju otak terganggu. Akibat yang ditimbulkan dari stroke yakni jaringan dan sel otak kekurangan suplay...

Inspirasi

Emansipasi wanita di Indonesia saat ini kian terasa. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya tokoh wanita Indonesia yang berprestasi. Setelah sekian abad R.A....

Info

Cara membersihkan kamar mandi ini wajib kamu tahu jika kamu akan melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Ini merupakan hal yang wajib kamu lakukan...