Menjadi arsitek diri sendiri

Susan

Anda dapat menjadi arsitek bagi diri anda! Caranya, dengan bertanggung jawab secara personal atas setiap aspek kehidupan anda. Hal ini akan mengakhiri kebiasaan menyalahkan orang lain atau faktor eksternal atas hal yang sebenarnya terjadi karena keterbatasan anda.

Cobalah untuk membuat setiap keputusan sebagai pilihan untuk berkembang, bukan sebagai tanggapan atas ketakutan atau kecemasan.

Berandai-andai adalah hambatan lain bagi perkembangan kepribadian. Dalam mengaktualisasi diri, cukup mempercayai diri anda sendiri untuk menerima segala bentuk informasi tanpa mendistorsinya sesuai dengan ketakutan dan hasrat anda.

Bersiaplah menjadi yang berbeda. Alihkan perhatian pada persoalan di luar diri anda sendiri!

Ketika di dalam diri anda terjadi pertentangan antara pilihan dan kenyataan, hanya penerimaanlah yang sanggup mengatasinya… Ingat penerimaan bukan kesabaran. Sebab penerimaan akan melepaskan beban-beban dan pertentangan yang membuat anda bimbang, galau, merana dan sejenisnya. Ini akan membuat anda terbebas dari derita.

Belajarlah menerima apapun… Jangan lupa selipkan senyum. Disana akan ada kedamaian untuk melanjutkan langkah. Tidak ada yang dapat membuat anda kuat selain kehendak anda sendiri. Pihak luar hanya memicu api semangat anda untuk anda pergunakan sebagaimana kebutuhan anda.

Pikiran yang tenang membawa bathin pada ketenangan pula. Dalam ketenangan berbagai solusi akan anda dapatkan.

Terima … Mengalir… Senyum..

√ I’m not going to lie: Ada begitu banyak hal hebat yang patut di nikmati. Salah satu caranya adalah dengan bercerita. Menulis sekaligus berbagi. Mungkin anda juga pernah mengalaminya. Dan saya bukan satu-satunya blogger hebat. Yang mampu menceritakan segala sesuatunya dengan hebat pula. Namun, saya tetap ingin berbagi. Baik tentang ide, gagasan, pemikiran, dan hal-hal yang menginspirasi. Khususnya tentang wanita Indonesia

.page-template-agents .penci-wide-content{ max-width: calc(100% - 300px); }