Cara Mengatasi Keputihan yang Berlebihan Pada Organ Kewanitaan

Cara Mengatasi Keputihan Yang Berlebihan

Keputihan bagi wanita terkadang membuat keadaan tidak nyaman. Bahkan, pada kondisi berlebihan, keputihan juga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Keputihan pada dasarnya adalah sebuah sinyal dari tubuh, bahwa sedang terjadi sesuatu dengan organ kewanitaan. Ada kondisi yang normal, namun bisa juga sebagai tanda penyakit berbahaya. Lalu, bagaimana cara mengatasi keputihan yang berlebihan pada wanita?

Berikut Cara Mengatasi Keputihan Yang Berlebihan

Cara Mengatasi Keputihan Yang Berlebihan
Gambar oleh RitaE dari Pixabay

1. Menjaga Kebersihan

Langkah sederhana yang bisa dilakukan sebagai cara mengatasi keputihan yang berlebihan adalah dengan menjaga kebersihan. Karena pada umumnya, keputihan pada organ genital terjadi karena adanya serangan kuman atau bahkan infeksi virus, yang diawali dari kondisi organ yang tidak terjaga kebersihannya.

Kebersihan wajib dijaga, tidak hanya pada organ genital, tetapi juga pakaian yang dikenakan. Aktivitas sehari-hari terkadang membuat seseorang lalai menjaga kebersihan diri. Alhasil, kuman yang menempel pada pakaian, menjadi penyebab penyebaran penyakit pada tubuh, yang salah satunya terjadi pada organ genital wanita sehingga menyebabkan keputihan.

2. Hindari Penggunaan Pakaian Ketat

Menggunakan pakaian dalam dan luar yang terlalu ketat, sangat tidak dianjurkan baik bagi pria dan wanita. Selain bisa mengganggu kesehatan seksual, penggunaan pakaian ketat pada wanita bisa menjadi salah satu faktor yang memicu keputihan.

Pakaian ketat yang umumnya berbahan sintetis, cenderung menyebabkan kulit berkeringat dan lembab, karena tercegahnya udara yang masuk akibat tertutup pakaian ketat. Efek paling awal yang akan timbul adalah rasa gatal pada kulit. Lebih jauh lagi, bila terlalu sering dilakukan, maka kulit pada area genital akan semakin sensitif dan rentan menjadi jalan masuk kuman.

3. Waspadai Penggunaan Produk Pembersih Miss-V

Maraknya produk pembersih daerah kewanitaan, tak jarang justru menjadi penyebab masalah pada Miss-V. Organ kewanitaan memiliki kemampuan untuk membersihkan diri, sehingga penggunaan sabun, bedak, atau parfum justru menyebabkan ketidakseimbangan bakteri pada area tersebut. sebaiknya, konsultasikan pada dokter spesialis jika ingin menggunakan produk-produk pada area sensitif tersebut.

Baca juga: Siklus Masa Subur Wanita

4. Kompres dan Berendam

Membersihkan area genital wanita bisa dilakukan dengan mudah dan sederhana, yaitu dengan menggunakan air hangat dan sabun yang tidak beraroma menyengat atau tidak mengandung parfum. Jika sudah terjadi keputihan atau sudah tampak gejala gatal dan pembengkakan, organ genital bisa mendapatkan perawatan mudah yaitu dengan memberikan kompres air dingin untuk mengurangi meredakan gatal dan pembengkakan.

Selain melakukan kompres dingin, berendam air hangat juga dapat membantu meringankan gatal, pembengkakan, dan gangguan pada area tersebut. Namun pastikan air yang kita gunakan tidak terlalu panas, dan jangan lupa keringkan dengan baik setelahnya dengan handuk berbahan lembut, agar tidak menimbulkan lecet atau goresan.

5. Konsumsi Makanan Sehat

Terganggunya organ kewanitaan dapat juga disebabkan asupan makanan yang kurang seimbang. Hal ini disinyalir karena beberapa jenis makanan faktanya memberikan pengaruh pada perubahan hormon di dalam tubuh kita. Salah satu makanan yang disarankan adalah yoghurt, atau tambahan suplemen makanan yang mengandung lactobacillus.

Selain itu, bahan-bahan alami yang bisa membantu meredakan keputihan berlebihan di antaranya adalah kunyit, delima, atau pisang. Ketiga bahan alami tersebut mengandung senyawa berkhasiat yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan organ kewanitaan.

Pentingnya mengetahui cara mengatasi keputihan yang berlebihan, adalah sama pentingnya dengan mengetahui kondisi kesehatan area genital wanita. Dengan letak organ reproduksi wanita yang berada di dalam tubuh, tidak bisa seketika kita lihat kondisinya. 

Artinya, jika keputihan sudah terjadi, maka sudah seharusnya segera waspada dan melakukan langkah-langkah perawatan alami hingga medis, agar tidak terjadi kondisi yang lebih berbahaya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − 1 =

Scroll to Top