Cara Menjadi Orang Yang Antusias

cara menjadi orang yang antusias

Kepribadian yang antusias itu benar-benar menarik. Dan ia akan dengan kesuksesan. Pertanyaan, bagaimana cara menjadi orang yang antusias?

Sebelum membahas lebih lanjut, berikut adalah gambaran atau ciri orang antusias.

Kalau Anda pernah mengikuti seminar-seminar motivasi, Anda pasti akan terbius, bagaimana sang motivator menyihir Anda dengan pilihan kata yang tepat, gerak tubuh, suara dan mimiknya.

Apa yang Anda rasakan ketika tersihir? Anda pasti menjadi bertenaga. Seperti baterai yang di charge. Dan siap melakukan apa saja yang disampaikan oleh sang motivator.

Disamping itu, juga ada perasaan rilex, menyenangkan, gembira pada saat itu. Sehingga, waktu bersama sang motivator terasa pendek atau kurang.

Anda bisa bandingkan, ketika Anda berada di sekitar teman Anda yang sedang sedih, murung, tidak bersemangat. Apa yang Anda rasakan? Tentunya perasaan dan juga tingkah laku Anda akan menjadi mirip dengan teman Anda tersebut, bagi yang tenggelam dalam dunianya.

Tapi bagi yang tidak ingin dipengaruhi oleh sikapnya, Anda cenderung untuk berusaha cepat-cepat menjauh darinya.

Kalau kita bertanya orang tersebut mengapa ia meninggalkan orang yang sedih, murung, tidak bersemangat? Secara spontan akan dijawab “bikin capek saja, jenuh, bosan dan tidak menambah wawasan”.

Oleh karena itu, agar Anda memiliki teman atau mendapat respon dalam berhubungan dengan orang lain, maka perlu menjadi orang yang selalu antusias.

Baca juga artikel inspirasi lainnya;

Strategi Menjadi orang yang antusias

  1. Tunjukkan antusiasme secara sungguh-sungguh. Biarkan dia tahu bahwa Anda menunjukkan kegembiraan yang tulus. Ketika Anda berpapasan dengannya, Anda bisa mulai mendekatinya dengan senyuman. Tersenyumlah, dan Anda akan terkejut mendapati keajaiban yang dihasilkan oleh sebuah senyuman.

    Dia akan membalasnya dengan menunjukan penghargaan besar. Karena Anda membuatnya merasa nyaman, disambut, dan dihargai.

    Jadi, langkah pertamanya adalah, berikan dia senyuman yang tulus setiap kali Anda berpapasan atau berada bersama dengannya. Ingat, hanya tersenyum, selalu tersenyum.
  2. Selanjutnya, ketika Anda telah melakukan langkah pertama dan ingin masuk ke taraf komunikasi yang lebih tinggi (pembicara), bicara dengannya, ketika suasana hatinya sedang baik atau ketika dia sedang merasa gembira akan sesuatu.

    Bagaimana caranya agar Anda mengetahui bahwa suasana hatinya sedang baik? Dia akan membalas senyuman Anda dengan mata berbinar lebar dan senyuman tulus yang sama.

    Jika dia membalas senyuman Anda dengan senyuman basa-basi, senyum yang tidak melibatkan semua bagian wajahnya, ini artinya ia sedang memaksakan dirinya untuk tersenyum. Karena suasana hatinya sedang tidak bagus atau tidak baik.

    Sementara itu, bila ia tidak menatap langsung ke mata Anda dan cenderung menatap ke bawah, itu adalah isyarat yang sama, bahwa suasana hatinya sedang buruk.

Kuncinya: yang perlu diperhatikan adalah hukum penularan.

Bagaimana Cara Menjadi Orang Yang Antusias

Langkah-langkah ini akan menjawab tentang cara menjad orang yang antusias. Anda dapat memulai dari sekarang;

Emosi itu sifatnya menular.

Penelitian membuktikan bahwa ketika Anda telah diberi bonus besar atas prestasi Anda, Anda akan menularkan rasa senang Anda kepada siapapun yang ada di sekitar Anda: Anda akan lebih menyukai mereka.

Sebaliknya, saat Anda bangun terlambat, macet saat ke tempat kerja, dan dimarahi atasan Anda, orang-orang di sekitar Anda akan menjadi korban tak disengaja dari keadaan tersebut. Anda akan cenderung kurang menyukai mereka.

Contoh lain bahwa emosi itu menular ketika Anda menonton acara lawak, pasti Anda ikut tertawa. Ketika Anda menonton film yang sedih, Anda pun ikut bersedih.

Awalilah selalu hari Anda dengan seutas senyum

Awalilah selalu hari Anda dengan seutas senyum dan tersenyumlah setiap kali Anda bercermin.

Cara ini terkesan nyeleneh tetapi saat Anda mempraktekkannya, Anda akan tahu bahwa Anda sedang menularkan energi positif pada diri Anda sendiri.

Ingat, senyuman mengandung empat hal penting: kepercayaan diri, kebahagiaan, antusiasme, dan yang paling penting adalah penerimaan diri

Jauhkan diri dari kondisi negatif

Jauhilah pikiran, perkataan atas kesedihan, kekecewaan baik atas diri Anda maupun orang lain.

Anda akan menjadi orang yang sedih, kecewa bila apa yang terjadi dimasukan dalam pikiran atau pun dalam perkataan Anda. Anda adalah apa yang Anda pikirkan. Demikian juga bacaan-bacaan, tontonan yang membuat hati Anda tidak bersemangat.

Bergaulah dengan orang-orang yang sukses

Bergaulah dengan orang-orang yang sukses bukan dengan orang gagal. Orang sukses selalu melihat hambatan sebagai peluang dan mereka dengan penuh antusias melakukannya.

Orang gagal selalu berusaha menceritakan alasan kegagalannya kepada orang lain agar mendapat pengakuan terhormat dari pendengarnya.

Secara sadar atau tidak pendengar akan ditarik oleh arus besar cerita kegagalan teman Anda sampai jauh saat Anda bersamanya. Apa yang terjadi ketika Anda memulai sesuatu usaha yang baru, telinga Anda pasti dibisiki oleh cerita kegagalan teman Anda beberapa waktu sebelumnya sehingga Anda menjadi ragu-ragu melangkah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 − eleven =

Scroll to Top