Kenali Ciri Anak Autis Dan Penanganannya Berikut Ini

Kenali Ciri Anak Autis Dan Penanganannya Berikut Ini

Semua manusia memang diciptakan dengan segala kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bicara soal kekurangan, penyakit autis yang kebanyakan diderita anak-anak adalah salah satu yang sering terjadi. Orang tua kadang tidak sadar bila anaknya menderita sindrom tersebut. Pada artikel ini akan dibahas tentang beberapa ciri anak autis dan penanganannya.

Bagi yang belum terlalu paham, autis sebenarnya merupakan penyakit gangguan perkembangan otak yang sebagian besar penderitanya adalah anak-anak. Penyakit ini sedikit banyak akan mengganggunya untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

6 Ciri Anak Autis dan Penanganannya

Penting bagi orang tua untuk paham bagaimana ciri anak autis dan penanganannya berikut ini :

1. Sulit Berkomunikasi

Ciri anak yang menderita gangguan autis adalah mereka kesulitan untuk berkomunikasi dalam berbagai bentuk. Mereka akan susah untuk memahami bacaan, menulis, bahkan kesulitan untuk bicara sendiri demi mengungkapkan apa yang diinginkan. Tidak hanya itu saja, anak autis juga kadang sulit untuk mengendalikan tubuhnya.

Misalnya mereka akan cenderung susah untuk melambai, menunjuk, menendang, atau melakukan aktivitas fisik lainnya. Sehingga anak autis akan cenderung kurang mampu mengekspresikan diri sendiri. Jika sudah begini sebaiknya orang tua perlu menuntun anak untuk bicara pelan-pelan saja. Gunakan jeda di tiap kata supaya anak jadi tidak panik dan marah.

2. Suka Mengulang Dan Punya Ketertarikan Besar Pada Suatu Objek

Anak autis punya kecenderungan untuk mengulang apa saja. Terkadang mereka akan terus melihat ke depan dan belakang berulang-ulang tanpa ada maksud dan tujuan. Bahkan anak autis juga banyak ditemukan sering mengulang kata-kata yang seolah baru pertama kali didengarkan. Selain itu anak autis pun menunjukkan gejala ketertarikan dengan suatu objek.

Mereka cenderung membawa barang tersebut kemanapun dan tidak memperbolehkan orang lain menyentuhnya. Jadi seakan punya dunia sendiri. Maka supaya mereka tetap bisa berkomunikasi dengan lingkungan sekitar, orang tua perlu terus mengajak berbicara. Jangan lantas meninggalkannya asyik sendiri karena akan berbahaya.

3. Kurang Peka Atau Terlalu Peka Dengan Suara Yang Terdengar Olehnya

Sebagian anak autis memang terbukti kurang peka dengan suara yang didengarnya. Mereka cenderung mengabaikan saja mau sebanyak atau sekeras apapun bunyi yang terdengar. Namun ada juga yang keterlaluan sensitif. Jadi begitu ada suara yang mengganggunya sedikit saja si anak akan langsung berteriak dan menjerit panik.

Jika ternyata anak autis pada posisi kedua, ada baiknya batasi ruang geraknya supaya suara yang didengarkan juga tidak banyak. Suara yang mengganggunya juga akan menyulitkan ketika mengajak mereka berkomunikasi.

4. Lebih Sensitif Dan Emosional

Anak autis punya tingkat sensitivitas yang tinggi. Jika merasa ada yang mengganggunya, mereka cenderung akan emosi dan sulit untuk dikendalikan. Para orang tua harus sering-sering sabar dan memberikan pengertian jika si anak ada di tempat aman. Tidak ada satu hal pun yang akan mengancamnya.

Baca juga : Beginilah Cara Mengatasi Anak yang Suka Berbohong

5. Cenderung Kurang Berempati

Penderita autis juga cenderung kurang berempati dengan lingkungan sekitar. Mereka sudah sangat sulit berinteraksi bahkan untuk menunjukkan apa yang ingin dilakukan. Rasa empati pun tidak bisa ditunjukkan untuk ibunya sendiri.

Dengan kata lain anak autis memang memiliki keterampilan sosial yang rendah. Jika pada tingkat ini orang tua bisa membawanya ke psikiater. Setidaknya mereka bisa berlatih bersosialisasi dengan lingkungan sekitar di bawah perawatan ahlinya.

6. Kurang Suka Dengan Kontak Fisik

Rata-rata anak autis menunjukkan ketidaknyamanan ketika ada sentuhan fisik. Mereka langsung menunjukkan penolakan dengan menghindar. Orang tua mungkin bisa memberikan perhatian pada mereka tentang hal ini. Misalnya dengan sering-sering memberikan sentuhan fisik seperti pegang rambut atau tangan pada mereka. Meyakinkan jika sentuhan fisik sederhana tidak akan berdampak buruk.

Itu tadi apa saja ciri anak autis dan penanganannya. Bagi orang tua yang mulai merasakan anaknya mendekati ciri anak autis diatas bisa dikenali dan mulai lakukan langkah penanganan dini. Namun tetap saja, anak autis membutuhkan perawatan dari dokter ahli. Sehingga tidak ada salahnya juga bila menjalin konsultasi dengan mereka untuk langkah perawatan yang lebih optimal.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 + 11 =

Scroll to Top