Inspirasi, Lifestyle

New Normal Mulai Segera Diberlakukan, Kenali Lebih Mendalam

Serangan pandemi virus Covid-19 rasa-rasanya memang membuat Bumi tidak sama lagi seperti sebelumnya. Jika dulu kita bebas pergi kemana saja tanpa takut...

Written by Jeng Susan · 3 min read >

Serangan pandemi virus Covid-19 rasa-rasanya memang membuat Bumi tidak sama lagi seperti sebelumnya. Jika dulu kita bebas pergi kemana saja tanpa takut terkena penyakit mematikan, kini kita seolah terkurung di dalam sangkar. Demi tidak tertular virus, kita harus melakukan berbagai kegiatan pencegahan, sebut saja menggunakan masker, rajin cuci tangan, hingga harus saling menjaga jarak antar individu. Sayangnya, kita tidak tahu akan sampai kapan pandemi berakhir. Itulah mengapa, akhir-akhir ini kita sangat akrab dengan istilah “New Normal”. Yuk, kita bahas segala hal mendetail tentang istilah ini di ulasan berikut.

Definisi dan Alasan Adanya New Normal

Seperti yang kita tahu, Pemerintah Republik Indonesia melalui juru bicara khusus penanganan pandemi Covid-19 sudah menyatakan bahwa kita tidak boleh menyerah dengan keadaan dan harus tetap produktif demi kelangsungan hidup kita sendiri. Oleh karena itu, Pemerintah pun tengah sibuk menyiapkan protokol “New Normal” agar masyarakat bisa hidup dalam tatanan dunia baru sampai vaksin Covid-19 nanti ditemukan.

Ada alasan mengapa New Normal ini dilakukan. Sejatinya, kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini akan berakhir dan virus Covid-19 berhenti menjangkiti manusia. Kita juga tidak tahu siapa atau negara mana yang akan menemukan vaksin virus ini dan memproduksinya secara masal. Bahkan hingga kini, beberapa peneliti pun masih berjuang melakukan uji-uji pada vaksin buatan mereka. Jadi sampai vaksin ditemukan, kita akan tetap hidup dalam isolasi dimana keluar rumah dan bekerja dilarang.

Nah, jika keadaan ini tetap berlangsung di Indonesia dimana masyarakatnya banyak yang bermata pencaharian sebagai tenaga harian, maka sudah pasti tidak hanya dihajar dari segi kesehatan, kita juga akan terpuruk secara ekonomi. Oleh karena itu, protokol New Normal pun disiapkan Pemerintah sebagai skenario dalam mempercepat penanganan tidak hanya untuk aspek kesehatan, namun juga untuk aspek sosial dan ekonomi.

Kebijakan ini dibuat bukan tanpa pertimbangan. Sekiranya, Pemerintah memutuskan protokol ini melalui studi epidemiologis dan juga kesiapan regional. Oleh karena itu, New Normal bisa diartikan sebagai tatanan dunia baru dimana kebiasaan dan perilaku masyarakat didasarkan pada hidup bersih dan sehat. Jadi dalam kegiatan keseharian, entah itu bekerja, menuntut ilmu, atau aktivitas lainnya, kita tetap bersikap produktif namun juga harus waspada karena resiko terkena virus Covid-19 masih mengintai hingga vaksin benar-benar ada dan siap diedarkan secara massal.

Baca juga : Digital Marketing Strategy

Indikator Sebuah Negara Bisa Melakukan Kondisi New Normal

Pemerintah dan masyarakat tentu berharap Indonesia bisa sukses dalam menerapkan kondisi New Normal. Oleh karena itu, ada beberapa indikator yang dijelaskan oleh WHO atau World Health Organization untuk patokan apakah sebuah negara tersebut bisa menerapkan kebijakan ini, antara lain :

  1. Semaksimal Mungkin Mengurangi Penularan

Pertama, indikator yang harus dipatuhi adalah tidak terjadi penambahan penularan virus dalam negara tersebut dan adanya usaha untuk menguranginya secara maksimal. Disebutkan, ada metode perhitungan yang bisa dipakai untuk mengetahui apakah suatu virus memiliki daya tular ke orang lain, yakni basic reproduction number (R0).

Dengan angka ini, dapat diketahui bahwa R0 Campak adalah 12-18, R0 Pertusis adalah 5,5, dan R0 Flu Spanyol adalah 1,4 – 2,8. Adapun untuk Covid-19 ini, ia memiliki R0 1,9 – 5,7. Menurut Pemerintah yang diungkapkan Menteri PPN, R0 Covid-19 untuk Indonesia berada di kisaran angka 2,5 yang artinya dari 1 orang penderita, ia bisa menular ke 2 – 3 orang lainnya. Inilah yang menjadi tantangan Pemerintah agar bisa New Normal dimana mereka harus menurunkan angka tersebut menjadi dibawah 1, salah satunya dengan Pembatasan Sosial.

  • Adanya Sistem Kesehatan Terpadu Dalam Pelayanan Covid-19

Kedua, di negara tersebut harus ada sistem kesehatan untuk pelayanan Covid-19 yang responsif, adaptif, dan memenuhi kapasitas. Selain itu, jumlah kasus baru harus lebih kecil dari kapasitas pelayanan kesehatan di negara tersebut. Jadi ketika diberlakukan New Normal dan ada penularan baru, maka pelayanan kesehatan yang fast response sudah ada sehingga angka penularan ke manusia lainnya bisa ditekan.

  • Diadakan Tes Massal

Selanjutnya, harus dilakukan tes massal agar seseorang atau sekelompok orang diketahui berpotensi terkena Covid-19 atau tidak. Tentunya, Pemerintah saat ini sudah berupaya dalam melakukan tes massal untuk acuan apakah di daerah yang di tes tersebut sudah siap untuk New Normal atau tidak. Jadi ketika sudah melewati 14 hari dari tes dan posisi R0 dibawah 1, maka daerah tersebut bisa dinyatakan siap untuk melakukan penguangan PSBB sesuai protokol New Normal.

Namun harap diingat, menurunnya R0 bukan berarti ancaman virus hilang dan masyarakat bisa lengah. Sebaliknya, menurunnya R0 berarti masyarakat harus lebih ekstra waspada agar angka tersebut bisa terus dijaga dan tidak mengalami kenaikan sampai vaksin ditemukan.

Fakta Implementasi Protokol New Normal di Indonesia

Seperti yang sudah dijelaskan, New Normal bisa dilakukan di daerah yang R0 ada di angka dibawah 1. Untuk itulah ketika Indonesia diputuskan akan melakukan New Normal, maka dilalui pula mekanisme penilaian seperti yang sudah disebutkan di atas. Pertanyaannya, bagaimana fakta New Normal di Indonesia akan diterapkan?

  1. New Normal Dimulai Tanggal 1 Juni 2020

Rupanya, Pemerintah Indonesia telah memutuskan akan memberlakukan protokol New Normal dengan terlebih dahulu merilis protokol Panduan dan Pencegahan Covid-19 melalui Kementerian Kesehatan. Terhitung mulai tanggal 1 Juni 2020, Indonesia telah memberlakukan New Normal dimana Jawa Barat sebagai daerah berzona biru menjadi Provinsi pertama yang menerapkan protokol ini.

  • Ada 15 Kabupaten dan Kota di Jabar yang Melonggarkan PSBB

Ada sekitar 15 Kabupaten dan Kota yang sudah melonggarkan PSBB di Provinsi paling barat Pulau Jawa tersebut. Mereka adalah Kab. Ciamis, Sumedang, Bandung Barat, Cirebon, dan Cianjur. Juga ada Kab. Kuningan, Pangandaran, Garut, Purwakarta, Majalengka, dan Tasikmalaya. Untuk Kota, ada Sukabumi, Tasik, Cirebon, dan Banjar.

  • Jawa Barat Sudah Zona Biru

Jawa Barat tidak hanya sembarangan dipilih untuk penerapan pertama protokol ini, melainkan dipilih berdasar laju ODP, angka reproduksi virus, penularan virus, resiko geografis, pergerakan manusianya, hingga kasus positif, kematian, dan kesembuhan. Tercatat menurut Gubernur Provinsi ini dikutip dari bbc.com, Jabar sudah berada di angka R0 0,97 dimana laju ODP dan PDP turun, serta hanya sekitar 30% pasien saja yang masih ada di isolasi.

  • Protokol Kesehatan oleh Kemenkes

Tentunya agar protokol ini berhasil, sebagai masyarakat kita harus hidup disiplin dan patuh pada aturan. Penularan bisa saja terjadi ketika kita mengaktifkan hidup normal, namun kita dapat meminimalisirnya dengan tetap mengimplementasikan aspek-aspek kesehatan. Sebut saja dengan rutin cuci tangan, selalu bawa hand sanitizer di dalam tas, tidak menyentuh wajah, jaga jarak dengan orang saat di mall, di kantor, atau dimana saja, hingga tetap mengenakan masker di luar rumah.

Demikian ulasan mengenai detail-detail soal New Normal yang sudah diberlakukan mulai 1 Juni 2020. Semoga ulasannya bermanfaat dan kita bisa selalu beraktivitas dengan lancar dan selalu terjaga kesehatannya.

Written by Jeng Susan
Ibu rumah tangga. Hobi menulis, traveling, dan praktisi meditasi. Senang berbagi pengalaman dalam menjalani hidup. Khususnya yang berhubungan dengan dunia wanita. Tips kecantikan, kesehatan, budaya, destinasi wisata dan lainya. Profile

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *