Skip to content →

Warisan Leluhur, 5 Tradisi Wanita Suku Jawa yang Legendaris

Ini Dia 5 Tradisi Wanita Suku Jawa Jaman Dulu Hingga Sekarang

Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan tradisi. Kedua hal tersebut selalu dijaga dengan melestarikannya secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Bukan saja kekayaan berupa tarian dan lagu, ada juga kekayaan lain yang membuat Indonesia semakin kaya.

Kekayaan yang dimaksud adalah yang berkaitan dengan kehidupan wanita yaitu tentang perawatan diri. Sejak dahulu leluhur Indonesia terutama suku Jawa telah mengenal berbagai ramuan tradisional untuk merawat diri.

Kekayaan ramuan tersebut dijaga hingga sekarang. Apabila dulu hanya para putri keraton yang bisa menikmati ramuan untuk perawatan diri, kini semua kalangan bisa menikmati ramuan tersebut.

Seperti apakah bentuk ramuan tradisional untuk perawatan yang jadi tradisi wanita suku Jawa hingga membuat wanita suku Jawa legendaris dengan kecantikannya? Berikut ini adalah beberapa tradisi ramuan tradisional tersebut:

Indonesia kaya akan rempah-rempah yang menjadi bahan baku jamu

Jamu tradisi wanita suku Jawa

Tradisi wanita Jawa yang pertama adalah ritual minum jamu. Dahulu tidak hanya para bangsawan yang bisa menikmati jamu. Warga biasa pun terbiasa meminumnya.

Ramuan asli Jawa ini berkhasiat untuk menjaga kesehatan, kecantikan kulit dan wajah, serta agar awet muda. Kini minum jamu telah menjadi bagian dari gaya hidup.

Salah satu jamu yang biasa diminum oleh wanita Jawa adalah kunyit asam. Jamu kunyit asam ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Bukan hanya kesehatan sebagai anti infeksi tetapi juga dapat melangsingkan tubuh, memperhalus dan mempercantik kulit para wanita. Komsumsilah secara teratur masukan dalam daftar minuman wajib anda

Khasiat yang terkandung dalam kunyit luar biasa bahkan para ahli holistik dan medis pun memasukan dalam resep pengobatan mereka.

Kunyit juga mengandung antioksidan alami. Merupakan pembangun dan pembaharu dari dalam tubuh. Bukan hanya sekedar merawat kulit luar saja.

Selain jamu kunyit asam ada jamu beras kencur, bagi anda yang kurang nafsu makan bisa meminumnya dengan teratur. Selain untuk menambah nafsu makan jamu beras kencur mampu menangkal masuk angin.

Lulur tradisional untuk kesehatan dan memutihkan kulit tubuh.

Siapa pun pasti tahu dengan tradisi perawatan yang satu ini. Lulur adalah ritual perawatan yang digemari para putri keraton Jawa untuk menjaga kecantikan kulitnya. Bahan dasar lulur yang terbuat dari kunyit sangat bagus untuk kulit karena mengandung antiseptik dan anti bakteri. Bahan lain yang digunakan adalah temu giring yang terkenal untuk mencerahkan kulit. Dengan teratur dan rajin melakukan luluran maka Anda pun bisa secantik putri keraton.

Biasakan menggunakan lulur saat mandi akan lebih mempercepat hasil, bahkan langsung terasa perbedaannya.

Menggunakan lulur diseluruh kulit tubuh bukan saja menghaluskan kulit, lulur dapat mengangkat sel:sel kulit mati dan memudarkan warna gelap kulit tanpa perlu suntik putih.

Masker untuk mencerahkan dan menghaluskan kulit wajah.

Tradisi lain yang diturunkan secara turun-temurun adalah menjaga kecantikan wajah dengan memakai masker. Banyak bahan alami yang bisa dijadikan masker. Yang paling sering digunakan para leluhur Jawa adalah masker bengkuang untuk mencerahkan kulit wajah.

Campuran madu dengan bubuk kayu manis dan putih telur pun mampu mempercantik kulit anda. Khususnya bagi yang bermasalah dengan jerawat.

Masker kunyit - tradisi wanita Jawa

Ratus rebus dan ratus bakar.

Ritual ini adalah semacam penguapan tubuh yang mirip dengan sauna dengan menggunakan rempah-rempah seperti cendana, kenanga, mawar , kunyit putih, kayu rapet, daun sirih dan beberapa tumbuhan dengan manfaat yang saling mendukung.

Rebusan atau bakaran ramuan inilah yang dipakai untuk mengasapi seluruh tubuh. Khasiatnya agar aliran darah bisa lancar dan merawat organ intim kewanitaan. Menggunakan ratus secara teratur satu atau dua minggu sekali dapat mencegah dan mengobati keputihan. Sekaligus mengharumkan organ intim.

Beberapa tradisi tersebut masih digunakan hingga sekarang mengingat wanita suku Jawa amat menjaga kecantikannya. Apalagi jika sudah berumah tangga. Kecantikan adalah hal yang harus dijaga.

Peran seorang wanita dalam rumah tangga amatlah penting, tidak hanya harus menjaga kecantikannya saja dengan melakukan perawatan diri, peran tersebut amatlah sakral yaitu sebagai berikut:

Kanca Wingking

Yang dimaksud dengan kanca wingking di sini adalah sebagai pelengkap pasangan yang punya andil untuk mendorong pasangan serta keluarga untuk meraih kesuksesan.

Melakukan peran sebagai istri maupun ibu bagi anak-anaknya dengan tidak mengganggu tugas utama suami bekerja. Dalam hal berbagi peran, wanita Jawa sangat boleh diandalkan.

Sigaraning Nyawa

Makna peran  seorang wanita Jawa amatlah luhur, tidak hanya sebagai istri, tapi juga sahabat, teman, partner dalam mengarungi rumah tangga. Inilah yang dimaksud wanita Jawa ibarat sigaraning nyawa bagi seorang suami.

Memberikan pendapat yang mampu memicu semangat pasangan. Menjadi teman diskusi yang mengasikkan saat dibutuhkan pasangan, namun tetap mengedepankan rasa hormat dan menghargai.

Tradisi Jawa tidak mengekang peran wanita Jawa, tidak hanya bisa berperan penting dalam rumah tangga, wanita Jawa juga bisa berkiprah untuk kemajuan kaumnya.

Wanita Jawa sudah diajarkan falsafah ” mikul dhuwur mendem jero” oleh para leluhurnya secara turun termurun. Artinya : menghormati pasangan dan tidak membuka aibnya yang akan menjatuhkan harga dirinya maupun nama baiknya di masyarakat.

Demikian ulasan tentang tradisi wanita suku Jawa dalam merawat diri beserta kecantikannya. Tradisi tersebut haruslah dilestarikan agar bisa dinikmati generasi selanjutnya hingga kecantikan wanita Jawa yang legendaris akan tetap terjaga. Semoga bermanfaat!

Baca juga; tentang tradisi menarik lainnya

Related Posts

Published in Culture

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *